Kriteria 4.3. Perguruan Tinggi mengevaluasi capaian tridharma sesuai diferensiasi misi
Evaluasi berkala Capaian Tridharma dan Keterlaksanaan Misi di IKI telah dilakukan di setiap kepala program studi setiap tri wulan menyampaikan laporan kepada Dekan. Dekan selanjutnya melakukan rekapitulasi dan menyerahkan laporan kepada Wakil Rektor I bidang Akademik. LP2M (Lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat), BAAK (bagian administrasi akademik),KA LPPIK (Pengembangan Inovasi, Evaluasi Pembelajaran dan Inovasi Kewirausahaan) dan Kepala unit pelaksana teknis (perpustakaan dan laboratorium) membuat laporan triwulan dan menyerahkan secara langsung Wakil Rektor I bidang Akademik. Kepala SDM, keuangan, Sarana Prasarana- Tata usaha- Rumah tangga dan IT menyusun laporan triwulan dan menyerahkan kepada Wakil Rektor II. Kepala kemahasiswaan dan alumni, pemasaran, pelayanan kerohanian dan konseling menyusun laporan triwulan dan menyerahkan kepada Wakil Rektor III. SPI dan SPM menyerahkan laporan triwulan langsung kepada rektor. Laporan Wakil Rektor I,II dan III, Rektor dan laporan pendeta kampus akan diserahkan pada sekretaris pimpinan kemudian dilaporkan kepada yayasan setiap triwulan.
Evaluasi berkala IKI mengevaluasi dan capaian tridharma terhadap keterlaksanaan misi dan ketercapaian visi yang dilaporkan :
Pengukuran Kinerja Tridharma
PT menetapkan indikator kinerja utama (IKU) dan indikator kinerja tambahan (IKT) untuk setiap aspek Tridharma: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat yang dilaporkan kepada yayasan.
Evaluasi dilakukan secara berkala (semesteran atau tahunan) melalui laporan unit kerja, survei, dan audit internal yang dilaporkan kepada pimpinan (Rektor, Wakil Rektor I,II,III)
Keterkaitan dengan Misi dan Visi
Setiap capaian Tridharma dianalisis terhadap misi institusi (misalnya: keunggulan akademik, kontribusi sosial, inovasi) dan dilaporkan dalam rapat dengan bidang akademik (pimpinan, dekan, kaprodi, LP2M)
Ketercapaian visi jangka panjang tahapan yang tercantum dalam RIP diukur melalui tren capaian dan pencapaian target strategis yang dilaporkan dalam bentuk laporan akhir kegiatan RKRA dan menjadi base line data untuk penyusunan RKRA dan Renstra yang selanjutnya.
Pelaporan kepada Pemangku Kepentingan
Hasil evaluasi disusun dalam bentuk Laporan Kinerja Tahunan (LKPT), Laporan Evaluasi Diri (LED), dan laporan akreditasi.
Disampaikan kepada:
Rektorat dan senat akademik dalam bentuk laporan kinerja tahunan
Yayasan dalam bentuk laporan kinerja triwulan dan tahunan
LLDIKTI dalam bentuk laporan yang diupload berkala dan BAN-PT dalam bentuk laporan sesuai kebutuhan reakreditasi atau akreditasi, LamPTKes dalam bentuk laporan sesuai kebutuhan reakreditasi atau akreditas program studi
Masyarakat melalui website atau laporan publik dalam bentuk laporan pencapaian terkait kegiatan tridharma dan hasil akreditasi (https://www.immanuel.ac.id/mengenaikami-1-2)
Benchmarking dan Analisis SWOT
Benchamarking dan analisis SWOT telah dilakukan oleh IKI melalui bagian terkait seperti LP2M dan SPMI.
Benchmarking terhadap Pesaing
PT membandingkan capaian kinerja dengan perguruan tinggi sejenis masih berfokus di Jawa Barat menggunakan data publik seperti Sinta atau Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
Aspek yang dibandingkan: rasio dosen-mahasiswa, jumlah publikasi, kerja sama, akreditasi, dan tracer study.
Identifikasi Perubahan Kebutuhan Stakeholder
Dilakukan melalui survei kepuasan mahasiswa terkait pembelajaran dan sarana prasarana dilakukan setiap semester melalui sistem informasi akademik. Survei kepuasan alumni, pengguna lulusan, dan mitra industri dilakukan secara berkala oleh bagian kemahasiswaan/alumni dan bagian pemasaran.
Hasil identifikasi digunakan untuk menyesuaikan kurikulum, metode pembelajaran, dan program pengembangan SDM.
Analisis SWOT
Dilakukan secara berkala dalam penyusunan rencana strategis dan RIP. Analisa SWOT berisi:
Strengths: Keunggulan internal seperti 7 Dosen lulusan S3, 7 dosen sedang studi S3 di dalam dan luar negeri, 33 Dosen lulusan Magister sesuai dengan keilmuan yang ada di program studi. Lebih dari 95% dosen telah memiliki jabatan fungsional akademik dan tersertifikasi.Tenaga kependidikan minimal lulusan diploma, meniliki kerja sama strategis dengan dalam dan luar negeri dengan pemerintah dan swasta
Weaknesses: Keterbatasan dana karena dana utama masih berasal dari mahasiswa, sarana prasarana (Gedung) belum mendapat ijin untuk dilakukan renovasi terkait dari pemerintah kota Bandung lokasi kampus termasuk dalam tempat cagar budaya.
Opportunities: Kebijakan pemerintah, tren digitalisasi, peluang kerja sama internasional.
Threats: Persaingan global, perubahan regulasi, penurunan minat mahasiswa.
Perumusan Strategi dan Pengalokasian Sumber Daya dilakukan berdasarkan :
Berdasarkan hasil evaluasi dan SWOT, PT menyusun Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja Rencana Anggaran (RKRA).
Alokasi sumber daya (anggaran, SDM, infrastruktur) disesuaikan dengan prioritas strategis.
Strategi difokuskan pada peningkatan mutu akademik, daya saing lulusan, dan kontribusi sosial.