Kriteria 4.2 Perguruan Tinggi melaksanakan program tridharma sesuai dengan renstra
Pelaksanaan Tridharma di IKI telah disesuaikan dengan rencana strategis dan RKRA institusi sesuai RIP. Agar terlihat diferensiasi misi sesuai karakteristik institusi, karakteristik fakultas dan program studi, maka implementasinya :
Fakultas kesehatan dan Keperawatan untuk prodi vokasi: menekankan pembelajaran berbasis OBE, penelitian dalam bentuk KTI, pengabdian berbasis teknologi terapan dan kemitraan.
Fakultas kesehatan dan keperawatan untuk prodi akademik: memprioritaskan pembelajaran berbasis OBE, penelitian berbentuk skripsi, pengabdian berbasis hasil penelitian dan publikasi ke jurnal bersama dosen. Untuk prodi profesi : memprioritaskan pembelajaran klinis baik di rumah sakit, klinik, Puskesmas, Panti Wherda dan komunitas, penelitian berbentuk KIAN, pengabdian berbasil hasil penelitian dan publikasi ke jurnal bersama dosen.
Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen terintegrasi dengan Renstra dan Peta Jalan Pengembangan yang ada di LP2M, Program studi dan individu dosen.
Renstra (Rencana Strategis) dan roadmap pengembangan menjadi acuan utama di Warek I bidang akademik, Dekan, Kaprodi dan LP2M dalam:
Menjabarkan tujuan strategis ke dalam program tridharma (target publikasi, jumlah mitra pengabdian, kurikulum MBKM/OBE).
Menyesuaikan indikator kinerja (IKU dan IKT) dengan arah pengembangan institusi.
Menentukan prioritas pendanaan dan sumber daya untuk kegiatan tridharma yang mendukung visi institusi.
Evaluasi Efektivitas dan Efisiensi Pelaksanaan di IKI telah dilakukan melalui:
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI): mencakup PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).
Audit mutu internal: menilai kesesuaian pelaksanaan tridharma dengan standar dan target oleh tim yang ditunjuk oleh SPMI
Pelaporan kinerja tahunan: berbasis IKU/IKT dan capaian RKRA oleh pimpinan
Tracer study dan survei kepuasan: untuk menilai dampak pendidikan dan pengabdian oleh bagian kemahasiswaan
Efektivitas diukur dari output dan outcome (jumlah publikasi, HAKI, mitra kerja sama), sedangkan efisiensi dilihat dari rasio biaya terhadap hasil.
Perbaikan Berkelanjutan dilakukan dengan cara hasil evaluasi digunakan untuk:
Merevisi kebijakan dan program tridharma agar lebih adaptif.
Meningkatkan kapasitas SDM dan infrastruktur pendukung tridharma.
Mengembangkan inovasi pembelajaran, riset, dan pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat dan industri.
Proses ini memastikan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memenuhi kewajiban tridharma, tetapi juga berkembang menjadi center of excellence sesuai karakteristiknya